Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Ilmu
itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga
harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang
apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Nilai
seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan
kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya
terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar
kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Orang
yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan,
sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Ketahuilah
bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat
kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh
itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh
permasalahan akan rusak.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Selemah-lemah
manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih
lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Selemah-lemah
manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih
lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
ABU BAKAR :
1.
Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan
dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan
perhiasan itu.
2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan.
3.
Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur
urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu
maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka
ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!”
UMAR BIN KHATTAB :
1.
Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan
membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar
roti.
2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan
dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak
sia-sia apa yang dia kehendaki.
3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau
jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku,
umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan
(matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
SAYIDINA ALI KARAMALLAHU WAJHA :
1.
Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan
cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku
sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
2.
Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu
diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit
amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
3. Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
4.
Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada
kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau
tidak ada perhatian untuknya.
UMAR BIN AZIZ :
1. Orang yang bertakwa itu dikekang.
2. Sesungguhnya syubhat itu pada yang halal.
3. Kemaafan yang utama itu adalah ketika berkuasa.
SUFFIAN AS THAURI :
1. Tidak ada ketaatan bagi kedua ibu-bapa pada perkara syubhat.
2.
Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia zuhud di dunia, dan
sesungguhnya seorang itu adalah fakir bila dia gemar pada dunia.
3. Menuntut ilmu lebih utama daripada solat sunat.”
Akan kuberikan ilmu yang kumiliki kepada siapapun, asal mereka mau memanfaatkan ilmu yang telah kuberikan itu. (Imam Syafi’i)
Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur. (Lukman Hakim).
Apabila
secara kebetulan kamu menjadi orang yang dekat dengan penguasa, maka
berhati-hatilah kamu seolah-olah kamu sedang berdiri di atas pedang
yang tajam sekali. (Imam Ghozali)
Aku tak suka memakai
baju baru, hal itu kulakukan karena aku takut timbul iri hati
tetangga-tetanggaku. (Abu Ayub as-Sakhtayani).
Allah telah
memberikan petunjuk kepadaku sehinga aku bisa mengenali diriku sendiri
dengan segala kelemahan dan kehinaanku. (Ali BinAbu Thalib).
Andaikata
seseorang mau memikirkan kebesaran Allah, maka ia takkan sampai hati
untuk melakukan perbuatan perbuatan dosa. (Bisyir)
Sifat
rendah hati, yaitu taat dalam mengerjakan kebenaran dan menerima
kebenaran itu yang datangnya dari siapapun. (Fudlail bin Iyadl).
Dalam
shalatku selama 40 tahun, aku tak pernah lupa mendo’akan guruku yang
bernama Imam Syafi’i. Itu kulakukan karena aku memperolah ilmu dari
Allah lewat beliau. (Yahya bin Said al-Qathan).
Orang yang beramal tanpa didasari ilmu, maka amalnya akan sia-sia belaka, karena tidak diterima oleh Allah. (Ibnu Ruslan).
Fikiran merupakan sumber dari ilmu, sedang ilmu itu sendiri merupakan sumber amal. (Wahb).
Orang
yang mengerti ilmu fikih berarti ia bisa makrifat kepada Allah dengan
ilmunya menyebabkan ia kenal kepada-Nya. Bahkan dengan ilmunya ia bisa
mengajar orang lain sampai pandai. (Syeikh Izzuddin bin Abdussalam).
Jangan
berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena
tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu dibelakang
hari.(Imam Ghozali).
Jika ada musuh yang bisa mendekatkan
kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yang
menjauhkan kamu dari Allah. (Abul Hasan as-Sadzili).
Orang
yang bijak tidak akan terpeleset oleh harta, dan meski terpeleset, ia
akan tetap mendapatkan pegangan. (Abdullah bin Abbas).
Berfikir sesaat sungguh lebih mengesankan ketimbang mengerjakan shalat sepanjang malam. (Hasan Bashri).
Hal-hal
yang bisa menyebabkan badan lemah antara lain sebagai berikut: Banyak
makan makanan yang rasanya masam, sering bersedih, banyak minum air
tetapi tidak makan sesuatu, serta sering melakukan hubungan seksual.
(Imam Ghazali).
Barang siapa tidak mencintai untuk agama
dan membenci untuk agama, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ia tidak
memiliki agama. (Abu Abdilah al- Shdiq).
Berhati-hatilah
dari berteman dengan : Ulama yang bersikap tak peduli, pecinta ajaran
sufi yang bodoh serta pemimpin-pemimpin yang lalai. (Sahl bin
Abdullah).
Inginkan sesuatu dengan bakat yang kau miliki,
dan jangan menginginkan sesuatu sesuai dengan nafsu atau seleramu.
(Lukman Hakim).
Bagi orang berilmu yang ingin meraih
kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia
mengamalkan ilmunya kepada orang-orang. (Syaikh Abdul Qodir Jailani).
Merenungkan tentang nikmat Allah sungguh merupakan salah satu ibadah yang utama. (Umar bin Abdul Azis).
Teman
yang tidak membabantu kesulitan seperti halnya musuh. Tanpa saling
membantu maka hubungan teman tak akan lama. Telah kucari teman sejati
dalam setiap masa, akan tetapi usahaku itu siasia belaka. (Imam SyafiÃ).
Sedikit
makan, sedikit tidur, dan sedikit kesenangan merupakan ciri-ciri orang
yang dicintai oleh Allah. (Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani).
Barang siapa senang menjadi pemimpin, maka ia tidak akan mendapat kemenagan untuk selama-lamanya. (Fudhail bin Iyadh).
Siapa
yang pada hari ini hanya memikirkan dirinya sendiri maka pada esok
iapun akan memikirkan dirinya saja. Lebih dari itu, siapa yang pada
hari ini memikirkan Allah maka besok ia akan selalu memikirkan Allah
pula. (Abu Sulaiman).
Bersikap sabar kepada kawan yang
berbuat jelek kepadamu sungguh lebih baik dari pada mencacinya. mencaci
lebih baik dari pada memutuskan talisilaturahmi. Dan memutuskan tali
silaturahmi lebih baik dari pada bertengkar. (Seorang Ulama).
Allah
tidak memberi kekuatan terhadap orang-orang alim lewat suatu paksaan,
akan tetapi Allah menguatkan mereka lewat pintu iman. (Sahl Ibnu
Abdullah).
Ketahuilah olehmu, sesungguhnya akal hanya
merupakan sesuatu alat untuk mencapai segala sesuatu yang hanya
berhubungan dengan hamba atau manusia, bukan untuk mencapai Allah.
(Ibnu Atha).
Jika seseorang mati dalam keadaan punya
hutang, padahal orang itu mampu membayarnya ketika masih hidup di
dunia, maka kebahagiaannya akan diambil dan diberikan kepadanya dosa
orang yang di hutanginya, lalu ia dijebloskan ke neraka. Namun, jika
memang tidak mampu membayarnya, maka hanya kebaikannya saja yang
diambil, lalu diberikan kepada pihak yang dihutangi. sedang dosa si
pemberi hutang tidak diberikan kepada orang yang berhutang. (Ibnu
Abdusalam).
Jalan yang diajarkan syariát islam adalah
jalan yang paling tepat dalam pengerjaan ibadah kepada Allah. Karena
itu bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah istiqomah dalam mengerjakan
perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya. (Abdu Khodir jailani).
Hendaklah kamu tetap berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepadamu. (Lukman Hakim).
Kebahagiaanku
jika mati sebelum baligh lalu aku dimasukkan kedalam syurga, tidak
sebahagia jika aku hidup sampai tua dalam keadaan mengenal Allah yaitu
yang paling bertaqwa, rajin mengerjaklan ibadah serta menerima apa apa
yang telah di berikan Allah kepadaku. (Ali bin Abu Tholib).
Jika
Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja, akan tetapi jika
Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan
olehmu? (Hasan al Banna).
Barang siapa tidak peduli
terhadap nasib agama, berarti ia tidak punya agama, barang siapa yang
semangatnya tidak berkobar-kobar jika agama Islam ditimpa suatu
bencana, maka Islam tidak butuh kepada mereka. (Imam al-Ghazali).
Ilmu
menginginkan untuk diamalkan. Apabila orang mengamalkannya, maka ilmu
itu tetap ada. Namun sebaliknya, jika tidak diamalkan, maka ilmu akan
hilang dengan sendirinya. (Sufyan ats-Tsauri).
Ketahuilah
bahwa sesungguhnya ilmu yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah
adalah ilmu yang paling baik. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).
Bekerjalah
untuk keperluan makanmu. Sedang yang paling baik bagi kau yaitu bangun
di tengah malam dan berpuasa di siang hari. (Ibrahim bin Adham).
Jalan
apa saja yang ditempuh seseorang dalam mengerjakan ibadah adalah
sesaat kecuali jalan yang ditempuh oleh Muhammad SAW. Dalam pada itu,
siapapun yang tidak mengikuti petunjuk kitab suci Al-Qurán dan hadits
nabi, maka janganlah ia mengikuti pendapatku. Hal itu karena pendapatku
berasal dari Qurán –Hadits. (Imam al-Junaid).
Orang yang tidak percaya bahwa Allah telah menjamin rezekinya, maka ia akan mendapat laknat dari Allah. (Hasanal-Bashri).
Dzikir seperti halnya jiwa dari semua amal, sedang keutamaan dan kelebihan dzikir tidak bisa dibatasi. (AL-Qusyairi).
Orang-orang
yang tidak mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsunya, maka tidak
akan mendapat pujian dari orang banyak. (Imam al-Ghazali).
Barang siapa tidak meghargai nikmat, maka nikmat itu akan diambil dalam keadaan ia tidak mengetahuinya. (Siriy Assaqathi).
Mengerjakan
sesuatu sesuai dengan ketentuan hukum syara’ berarti menuju jalan
kebahagiaan baik di dunia lebih-lebih di akhirat. Dan hendaklah kamu
merasa takut jika kamu berpisah dengan orang-orang yang ahli di bidang
agama. (Syaikh Abdul Qadir Jailani).
Saya merasa heran
kepada orang-orang yang mengerjakan shalat subuh setelah matahari
terbit. Lalu bagaimana mereka diberi rezeki. (Ulama Shalaf).
Para
pembuat peti jenasah mengira bahwa tidak ada yang lebih busuk melebihi
mayat orang-orang yang beriman. Bahkan diterangkan oleh Allah : Perut
ulama jahat sungguh lebih busuk baunya dari itu. (Al-AuzaÃ).
Orang
yang hanya sehari-harinya hanya sibuk mencari uang untuk kesejahteraan
keluarganya, maka mustahil ia mendapat ilmu pengetahuan. (Imam
SyafiÃ).
Manisnya akhirat mustahil diraih oleh orang-orang yang suka terkenal di mata manusia. (Bisyir).
Dengan
pengalaman akan bertambah ilmu pengetahuannya, dengan berdzikir
menyebabkan bertambah rasa cinta dan dengan berfikir akan menambah rasa
taqwa kepada Allah. (Hatim).
Aku akan mencari ilmu hanya karena Allah, dan aku tidak akan mencari jika untuk selain Allah. (Imam al-Ghazali).
Berfikir merupakan cermin untuk melihat apa-apa yang baik dan yang buruk pada dirimu. (Fudhail).
Ketahuilah bahwa satu majelis ilmu bisa menghapus dosa 70 majelis yang tidak ada gunanya. (Atha’bin Yassar).
Kulupakan dadaku dan kubelenggu penyakit tamakku, karena aku sadar bahwa sifat tamak bisa melahirkan kehinaan. (Imam SyafiÃ).
Biasakan hatimu untuk bertafakur dan biasakan matamu dengan sering menangis. (AbuSulaiman ad-Darani).
Setiap manusia hendaknya memperhatikan waktu dan sekaligus mengutamakannya. (Umar bin Utsman al-Maliky).
Apabila
kamu melihat seseorang sedang memanjatkan doá kepada Allah, tetapi
disisi lain perbuatannya tidak sesuai dengan hukum syara’, maka
jauhilah orang itu. (Abdul Qasim an-Nawwawi).
Kuakui bahwa
dosaku banyak sekali. Tapi, aku sadar, sesungguhnya rahmat Allah lebih
luas dan lebih besar dari dosa-dosaku. (Abu Nawas).
Jika
kamu berhadapan dengan gurumu, sesungguhnya secara hakikat kamu sedang
berhadapan dengan rasul. Sadar akan hal itu, maka hormatilah gurumu.
(Sebagian Ulama).
Setiap kamu adalah pemimpin, yaitu :
Pemimpin terhadap diri dan keluarganya, pemimpin terhadap masyarakat
dan bangsanya.( Mousthafaal-Gholayaini).
Pengkhianatan
yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang
paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin. (Ali bin Abu Thalib).
Berteman
dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya
sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi
suka terhadap nafsuya. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).
Siapa
takut kepada Allah, maka tidak hidup marahnya, Siapa yang bertaqwa
kepada-Nya, niscaya tidak mengerjakan sesukanya. (Umar bin Khathhab).
karena aku merasa malu jika mengaku sebagai umatnya padahal hidupku penuh dengan perbuatan dosa. (Muhammad Iqbal).
Hendaklah kamu menjauhi keramaian orang banyak atau berúzlah,. Katakan demikian, karena orang banyak bisa
menyebabkan kamu berpaling dari Allah serta mendorong kamu untuk berbuat dosa. (Sayyid Bakri al-Maliki).
Yang disebut orang sufi, yaitu orang yang hatinya bersih dan selalu mengingat Allah. (Basyar bin al-Harits).
Tidak
ada suatu kebahagiaan bagi ornag-orang muslim setelah mereka memeluk
Islam, seperti kebahagiaan mereka ketika itu. (Anas r.a.).
Telah
kurangkum pendapat 70 orang shiddiqin. Mereka sebagaian besar
berpendapat bahwa banyak minum bisa menyebabkan banyak tidur. (Ibrahim
bin Khawwas).
Aku tidak pernah melihat orang yang berakal, melainkan kutemukan dia takut kepada mati dan merasa susah dengannya. (Hasan).
Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah. (Imam SyafiÃ).
Barang
siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada
sebuah kebahagiaanpun baginya di sis Allah. (Adh-Dhahhak).
Orang
yang cinta kepada Allah akan minum dari gelas kecintaan dan bumi
menjadi sempit baginya. Ya, dia mengenal Allah dengan penuh ma’rifat
kepada-Nya, tenggelam di samudra rindu kepada-Nya dan merasa asyik
bermunajat kepada-Nya. (Asy-Syubali).
Aku suka mendoákan
saudara-saudaraku sebanyak 70 orang, dan nama-nama mereka kusebut satu
persatu dalam panjatan doáku itu. (Abu Darba).
Setiap
manusia mempunyai orang yang dicintai dan yang dibenci. Tapi bagimu,
jika ada maka berkumpullah kamu dengan orang-orang yang bertaqwa. (Imam
SyafiÃ).
Orang orang terdahulu jika pergi kerumah
gurunya, maka mereka senantiasa memberi sesuatu untuk minta berkah.
Bahkan mereka selalu menyenandungkan doá seperti ini: wahai
Allah!”Ampunilah semua kesalahan guruku terhadapku, dan jangan
sekalai-kali engkau menghilangkan berkah ilmunya untukku. (Sebagaian
Ulama).
Jika aku mandapat ampunan dari Allah, maka hal itu
merupakan rahmat yang sangat besar dari-Nya. Tetapi, jika sebaliknya,
maka aku tidak akan mampu berbuat apapun. (Abu Nawas).
Pangkal dari seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah. (Abu Sulaiman Addarani).
Orang
yang ma’rifat kepada Allah, maka ia terikat dengan cintannya, hatinya
bisa melihat dan amal ibadahnya selalu bertambah banyak kepada-Nya.
(Dzinnun al-Mishry).
Siapa yang memenuhi hatinya dengan
kewaspadaan dan keikhlasan, maka Allah akan menghiasi badannya sebagai
pembela agama dan menjadikan hadits sebagai pedoman hidup.
Yang
disebut dengan teguh hati adalah memegang dengan sungguh-sungguh
apa-apa yang dibutuhkan oleh kamu dan membuang yang selain itu. (Aktssam
bin Shaifi).
Orang yang terkaya yaitu orang yang menerima pembagian Allah dengan rasa senang. (Ali bin Husein).
Kerjakan apa saja yang telah menjadi hak dan kewajibanmu, karena kebahagiaan hidupmu terletak di situ. (Musthafa al-Gholayani).
Ada
dua hal tidak tertandingi kejelekannya, yaitu: Berbuat syirik dan
membuat rugi umat Islam. Begitu pula, terdapat dua perkara yang tidak
tertandingi kebaikannya, ialah : Beriman kepada Allah, serta memberi
manfaat kepada umat Islam. (Kanjeng Nabi).
Pedagang yang
berhati lemah takkan pernah untung ataupun rugi. Malah ia rugi. Ya,
seseorang harus menyalakan api supaya memperoleh cahaya. (Jalaludin
Rumi).
Aku membaca sebagian kitab kuno, yang kandungannya
ialah : Bahwasannya sebagian hal yang dipercepat siksaannya dan tak
dapat ditunda adalah amanat itu dikhianati , kebaikan ditutupi,
keluarga diputuskan dan meninds manusia. (Kholid ar-RobaÃ).
Memerintah
atau mengawasi diri sendiri jauh lebih sulit dan lebih baik dari pada
memerintah dan mengawasi sesuatu negeri. (Ibrahim bin Adham).
Ciri-ciri
ulama akhirat antara lain: dia sangat berhati-hati dalam memberi
fatwa, bahkan bersikeras untuk tidak bertaqwa sama sekali. Apabila
ditanya oleh orang tentang segala sesuatu yang diketahui baik yang
bersumber dari Al Qurán, hadits, ijma’dan kiyas, maka ia menjelaskan
sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya, jika ia tidak mengetahui secara
pasti, maka dengan jujur ia berkata : aku tidak tahu. (Imam
al-Ghazali).
Hati-hatilah terhadap senda gurau, karena
tidak sedikit bahaya yang terdapat didalamnya. Berapa banyak senda
gurau anatara dua sahabat yang berakhir pada perkelahian.
Dunia adalah perniagaan, pasarnya ialah menyendiri, modalnya adalah taqwa, dan labanya adalah surga. (Aku Sulaiman ad-Darani).
Kehidupan
seorang mukmin ibarat matahari, terbenam di suatu wilayah untuk terbit
di wilayah lainnya. Dia selalu bersinar dan hidup serta tak pernah
terbenam selamanya. (Muhammad Iqbal).
Keluarlah dari
dirimu dan serahkanlah segalanya kepada Allah. Penuhi hatimu dengan
Allah. Patuhilah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari
larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia
keluar. Untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus
berjuang melawannya dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan
bagaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga. (Syeikh Abdul
QadirJailani).
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan
adalah akhlak ular. Kebajikan yang dibalas dengan kejahatan adalah
akhlak buaya. kebajikan yang dibalas dengan kebajikan adalah akhlak
anjing. Kejahatan yang dibalas dengan kebajikan itulah akhlak manusia.
(Nasirin).
Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang
tidak saya rencanakan sebagaimana saya tidak akan menyesal atas
kegagalan yang terjadi di ujung usaha maksimal. (Harun Al Rasyid)
Ilmu
itu lebih baik daripada harta, ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga
harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu akan
berkurang jika dibelanjakan tetapi ilmu akan bertambah jika
dibelanjakan. (Ali bin Abi Thalib ra)
Setiap orang di
dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu
pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah
dikembalikan. (Ibnu Mas’ud)
Niat adalah ukuran dalam
menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar,
maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu
buruk. (Imam An Nawawi)
Memohonlah kepada Allah supaya
memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling berat
untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang menghadap
(Allah) maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap
itulah engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling. (Uwais al
Qarni/ Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)
Sesungguhnya
apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan,
istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah
terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.
(Malik bin Dinar/Hilyatul Auliyaa’)
Allah SWT
memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang
begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah
SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki
kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di
bumi. (MI)
Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena
Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah
Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak
mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah
Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam
kesunyian. (Muadz bin Jabal ra)
Janganlah kau tuntut
Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri
karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah. (Syeikh Ibnu
Athaillah As-Sakandar)
Aku tahu rizkiku tidak dimakan
orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak
mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan beramal.
Aku tahu Allah selalu melihatku,karenanya aku malu bila Allah
mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, maka aku
persiapkan bekal tuk berjumpa dengan Rabb-ku. (Hasan Al-Basri)
Kebenaran
tidak diukur dengan banyaknya orang yang mau melakukannya, namun
kebenaran adalah apa saja yang mencocoki Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan
pemahaman salafus salih. (Anisya LM)
Bahaya kepandaian
adalah berbuat sekehendak hati. Bahaya keberanian adalah melampaui
batas. Bahaya toleransi adalah menyebut-nyebut kebaikannya. Bahaya
kecantikan adalah sombong. Bahaya ucapan adalah dusta. Bahaya ilmu
adalah lupa. Bahaya pemurah adalah berlebih-lebihan (Tengku Abdul
Wahab)
Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak
daripada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan
waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika engkau punya tugas
selesaikanlah segera” (Hasan Al-Banna)
*
Ketahuilah
bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat
kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh
itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh
permasalahan akan rusak.
Khalifah ‘Ali
*
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.
Ibnu Mas’ud
*
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.
Khalifah ‘Ali
*
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.
Khalifah ‘Umar
*
Niat
adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya,
ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk,
maka perbuatan itu buruk.
Imam An Nawaw
*
Aku
mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik
daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi
tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan
tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih
baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki,
tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
Khalifah ‘Umar
*
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.
Bediuzzaman Said Nursi
*
Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.
Bediuzzaman Said Nursi
*
Kebersamaan
dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan
masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh
kegiatan itu mandeg.
Bediuzzaman Said Nursi
*
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.
Bediuzzaman Said Nur
*
Seseorang
yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang
baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan
kenikmatan dari hidup.
Bediuzzaman Said Nurs
Sumber :
http://hpsyafii.blogspot.com/p/kata-mutiara.html